roEang hamPa

bEgitu seMpitnya wakTu, bEgitu beSarnya ciNta

+- oeNtoEk sEmuA kEsalaHan daLam hidOep -+

22-08-2007

Padamu, kesetiaan kupersembahkan

Filed under: nGomeL

bintang dan rembulan
senandung malam mengalun sendu
lewat hembusan angin malam
adakah kau dengar bisikku?
terdengarkah detakan jantungku
denyutan kasih irana rindu

ini bulan juni yang ketiga
semenjak pertemuan terakhir kita
lambaian penghabisan dan kau berlalu
jabatan terakhir, selengkung senyum teduhmu
selalu terbayang dan terkenang
dan aku slalu tenggelam dalam penantian
kapan sang waktu ‘kan membawamu kembali
kapan kesepian, kesendirian dan kerinduanku bertepi?

mungkinkah,terlalu naif mengharapmu kembali
tapi, salahkah bila slalu ku nanti
padamu,kesetiaan kupersembahkan

~ NuRiex ~ Friday, October 21, 2005

21-03-2007

Ku merindukanmu malam ini..

Filed under: nGomeL

Ada waktu untuk menjelaskan
Betapa bahagianya bila bersamamu
Ada yang melihatku menangis
Walau bahagia namun ada duka
Karena merindukanmu malam ini

Tengah malam aku bermimpi
Di wajahmu bersinar karena cahaya cinta
Dan di hatimu ada sesuatu, tersimpan kekayaan cinta
Ku merindukanmu malam ini..

Aku ingin menumpas derita
Yang slama ini menghantui
Aku ingin wujudkan mimpiku
Hanya denganmu aku rindu

Ku pikir kepergianmu
Betapa ku ingin menangis
Lihat, di wajahku
Basah karena air mata
Ku merindukanmu malam ini..

de,….. Aku mencintaimu

Filed under: nGomeL

Sulit bagiku untuk mengucapkan cinta
Tapi aku mencintaimu seperti embun
Yang menggelincir di lereng hati
Menetesi rimbun cemara kehidupan

Aku mencintaimu
Dengan kesepakatan antara iblis dan malaikat
Yang berseteru bersenjatakan dendam dan air mata
Mempertentangkan hidup dan matiku

Aku mencintaimu
Layaknya serakan sampah jalanan kota
Yang merindukan api pembakaran
Untuk lumat lalu memberi makan benih baru

Aku mencintaimu
Dengan kecemasan gurun Sinai
Mata air yang parau menyanyikan lagu kehidupan
Dan kembaraan masih jauh

Aku mencintaimu
Layaknya surga merindu orang soleh
Merayakan kematiannya menuntun dengan mesranya
Hidup jadi tiada berarti lagi

Aku mencintaimu
Dengan separuh senja yang berlalu
Mengisinya dengan janji matahari
“Harapku kau akan datang kepadaku”

de,…. Djakarta - Djogja tidaklah jaUh

25-02-2007

JIKA AKU TUA NANTI…

Filed under: nGomeL

Jika aku tua nanti, bukan seperti aku yang dahulu
Mengertilah terhadapku
Jika aku lupa cara mengikat sepatuku ,
Ingatlah saat ku dulu mengajarimu

Kalau aku berulang-ulang mengatakan sesuatu,
Bersabarlah mendengarkanku
Jangan memutus pembicaraanku
Walau sudah bosan telingamu

Jika aku seketika lupa pembicaraan kita,
Berilah aku waktu untuk mengingatnya
Bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting
Asal kau ada mendengarkan disamping

Saat kau kecil aku harus mengulang cerita
Yang telah beratus kali kubacakan agar kau tertidur dan gembira
Jika aku tua nanti, rengkuhlah jemariku ini
Beri aku perhatianmu yang tak pernah henti

Kalau aku perlu kamu memandikanku, janganlah marah kepadaku
Ingatlah, sewaktu kecil aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu
Kalau aku tak paham informasi dan hal baru, janganlah mengejekku
Ingatlah dahulu aku harus bersabar menjawab setiap “mengapa” darimu

Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi,
Ingatlah saat kau dulu belajar menapakkan kaki
Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku
Seperti saat aku dulu mendampingimu

Kini, temani aku jalani sisa usiaku
Berikan kasih tulus mu
Kan ku balas dengan rasa syukurku
Serta cinta tak terhingga untukmu.

Jika aku tua nanti,
Kelak kan tiba waktuku tuk pergi
Panjatkanlah selalu doamu padaNya yang Maha Tinggi
Karena permohonanmu kan melesat bagai cahaya dalam kuburku…menerangi

Jangan kau tangisi dan ratapi aku dengan kesedihanmu
Berdoa dan perbanyaklah amal baikmu
Doa anak saleh yang kan membantu
dan jadi pelita dalam kuburku

Jadilah orang yang berbakti
Isi hidup dengan hal yang berarti
Agar kelak Dia kan mempertemukan kita kembali
Ditaman surgaNya yang abadi….

HADIST NABI S A W
” Jangan membenci dan menjauhi orangtuamu. Barangsiapa mengabaikan
orang tuanya, maka dia kafir “

14-02-2007

de,. aku letih

Filed under: nGomeL

kesepian tlah mengajariku akan banyak hal
seperti menangis dan tertawa,
diantara ketakutan dan keberanian
mengajarkanku tentang kesabaran dalam penantian

sedang kebimbangan mengajariku
tuk curiga, cemburu, bahkan percaya

saat terpisah jauh
menemui sepi dan kesendirian

kamu begitu berarti
tapi akan menjadi arti bila kau datang kembali sayangku,……

09-02-2007

kaRenamOe

Filed under: nGomeL

aku tidak mencintaimu karena engkau sekuntum bunga,
tapi aku mencintaimu sebagai udara..
yg mampu mengelilingi diantara hati dan jiwa..

17-01-2007

Surat Hawa Untuk Adam

Filed under: nGomeL

Adam…..
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku
adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu.
Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heranlah
jika perjalanan hidupku senantiasa inginkan bimbingan darimu, senantiasa
akan tergelincir dari landasan, karena aku buruan syaitan.

Adam… Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai
bilangannya dari kaummu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian
Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu melebihi kaumku niscaya
merahlah dunia karena darah manusia, kacau-balaulah suasana, Adam
sama Adam bermusuhan karena Hawa.

Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehingga pada
zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang
Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih
dari empat pada satu waktu.

Adam… Bukan karena banyaknya isterimu yang membimbangkan aku.
Bukan karena sedikitnya bilanganmu yang memusingkan aku. Tapi… aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu sudah
tahu bahwa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu.
Namun… terasa berat pula untukku meyatakan isi perkara.

Adam… Aku tahu bahwa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum
lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah
untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku,
memerhatikan dan mengawasi aku agar senantiasa didalam ridha Allah.

Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku
kini, aku dan kaumku telah ramai mendurhakaimu. Ramai yang telah
menyimpang dari jalan yang ditetapkan. Asalnya Allah menghendaki aku
tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-
bandar bukan tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh
tubuhku mesti ditutup dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Tapi.. realitanya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya.

Adam… Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru,
itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi
sekarang diwaktu yang sama, aku maju menguruskan hal negara, aku ke hutan
memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang
menganggur tiada kerja. Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu?
Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku?

Adam… Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa tergelincir, maka
Adam yang patut tanggung! Kenapa..? Mengapa begitu ADAM ?? Ya! Ramai
orang berkata jika anak jahat ibu-bapak tak pandai mendidik, jika
murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu
berkata, Hawa memang keras, tak mau dengar kata, tak mudah diberi
nasihat, kepala batu, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya
kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan
Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani
Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak
Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?

Adam… Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah
pengikut-pengikutmu karena kau adalah ketua. Jika kau benar, maka
benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal
manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu.
Aku…akalku satu nafsuku beribu! Dari itu
Adam….pimpinlah tanganku, karena aku sering lupa, lalai dan alpa,
sering aku tergelincir didorong oleh nafsu2ku.
Bimbinglah aku untuk menyelami kalimat Allah, perdengarkanlah aku
kalimat syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh
jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah.

Adam… Andainya kau masih lalai dan alpa dengan ulahmu sendiri,
masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar,
maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku
yang akan memerintah. Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri
dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu…