roEang hamPa

bEgitu seMpitnya wakTu, bEgitu beSarnya ciNta

+- oeNtoEk sEmuA kEsalaHan daLam hidOep -+

23-12-2006

Analisis Kimia Wanita (Wa)

Filed under: ngaSihtAu
Very Confidential National Report

MATERI : BERBAHAYA
ELEMEN : Wanita — SIMBOL : WA
PENEMU : Adam Alaihissalam
MASSA ATOM : Berkisar 50 kg,biasa bervariasi antara 50 sampe 224 kg
PEMUNCULAN : Dilipatgandakan di seluruh dunia

BENTUK FISIK
1) Permukaan biasa ditutupi oleh semacam cat
2) Mendidih tiba-tiba, membeku tanpa alasan
3) Meleleh apabila diperlakukan dengan benar
4) Pahit bila digunakan dengan salah
5) Ditemukan dalam bentuk bermacam macam dimulai dari metal murni sampai bentuk kasar lainnya
6) Menimbulkan bahaya ledakan bila disinggung bagian yang benar

BENTUK KIMIA
1) Memiliki hubungan dekat dengan emas, perak, dan batu batu mulia lainnya
2) Menyedot habis barang barang mahal
3) Dapat meledak secara spontan tanpa tanda tanda terlebih dahulu dan tanpa alasan yang diketahui
4) Mudah terkena rangsang oleh cairan
5) Aktivitasnya akan melonjak jauh apabila disatukan dengan alkohol
6) Pemakan uang paling handal yang pernah dikenal manusia

KEGUNAAN
1) Mudah digunakan, khususnya jika di hadapan mobil sport atau dipertemukan dengan ATM
2) Dapat mengurangi stress dan menambah rasa relaks, khususnya di malam hari

HASIL TEST
1) Spesimen murninya berwarna pink jika pada keadaan stabil
2) Spesimen murninya berwarna hijau bila didekatkan pada spesimen lawan

SIFAT
1) Sangat berbahaya kecuali di tangan yang sudah ahli
2) Ilegal untuk memiliki lebih dari dua

Sulitnya wanita dan pria mencoba hidup bersama dalam satu gua :

Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian

Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai “sudah ahli”
Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
Jika tidak kau kunjungi sering sering, dia menuduhmu main sama orang lain

Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya

Jika kau telat satu menit, dia akan marah marah
Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang harusnya seorang wanita
Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
Jika dia dikunjungi lelaki lain, “Oh! Sudah biasa, kami wanita!”

Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya
Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya

Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya
Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau pelit
Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
Jika dia bercinta dengan lelaki lain, “Bukan salah aku ! Dia yang memaksa”
Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan
Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal
Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan
Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara

Jika saat bercinta dia diam saja,dia minta dicumbu
Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja
Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis
Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati

Oh Tuhan ! Kau menciptakan mahluk bernama “WANITA”
Sangat simple, tapi sangat kompleks
Sangat lemah, tapi sangat kuat pengaruhnya
Sangat membingungkan, tapi sangat indah

Chatting dengan TUHAN

Filed under: ngaCho

TUHAN: Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN: Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN: Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi,
misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN: Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah
merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN: Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi
lebih baik bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN: Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN: Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to)Enhance Mental Strength). Kekuatan
dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN: Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu
penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan
daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau
peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi
sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN: Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu
tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Sumber: Cetivasi

Rasanya Aku Lebih Tahu

Filed under: NgoEtBah,..

Sebuah renungan seorang ayah yang duduk berzikir dalam kelelahan mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya yang masih kecil…

Aku harus melamar pekerjaan
aku harus mendapatkan gaji setiap bulan
sehingga setiap bulan anak istriku bisa makan
rasanya aku tahu
harusnya begitu

Besok, aku harus bikin sebuah blog
sebuah blog komersial yang ada iklannya
yang nanti dibayar dolar oleh Google
yang aku sendiri tak tahu dimana alamatnya
sehingga tahun depan terkumpul ribuan dolar
untuk tabungan masa depanku
rasanya aku tahu
harusnya bisa begitu

Aku ingin membangun sebuah bisnis
yang bisa menjual apa saja yang dibutuhkan
semua orang, semua pelanggan
online maupun offline
karena dengan demikian
aku bisa mendapatkan uang dengan mudah
hanya dengan bekerja dari rumah
terobsesi oleh Anne Ahira
rasanya aku tahu
mestinya aku juga bisa begitu

Yang aku tahu ternyata cuma itu
bertahun-tahun lamanya aku hidup
rasanya aku lebih tahu
aku merasa lebih tahu
dari Tuhan Yang Maha Tahu

Aku lelah, tapi tak mau menyerah
Aku letih, tapi aku pantang mundur
Aku habis daya, tapi….

Aku rasanya diberitahu oleh Tuhan
Kalau aku tak boleh berhenti berjuang
buat semua yang diamanatkan kepadaku
Karena Tuhan Mata tahu
Apa yang sudah disediakan-Nya untukku
Yang aku belum tahu hingga saat kutulis…

Baris-baris ketidaktahuan ini…
Rasanya aku tetap lebih tahu…

(@@@ Tuhan Cuma Tersenyum Melihat Tulisan Ini…Karena Tuhan Tahu Lebih Dulu Aku Mau menuliskannya Disini…@@@)

22-12-2006

Untuk semua Ibu… yang memiliki Ibu…

Filed under: ngaSihtAu

Untuk semua Ibu… yang memiliki Ibu…
SELAMAT HARI IBU…
Cinta dan kasihnya tidak akan pernah terbalas dengan apapun…

Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan

(Emha Ainun Najib)

Siang sudah sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di
depan pintu. Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama.
Ternyata rindu padanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga mendaratkan
kecupan sayang di ubun-ubun ini, lama. “Alhamdulillah, kamu sudah pulang”
itu ucapannya kemudian. Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan
yang sungguh bersih. Sudah lama tidak pulang.

Ba’da Ashar,
“Nak, tolong angkatin panci, airnya sudah mendidih”. Gegas saya angkat
pancinya dan dahipun berkerut, panci kecil itu diisi setengahnya. “Ah
mungkin hanya untuk membuat beberapa gelas teh saja” pikir saya “Eh,
tolongin bawa ember ini ke depan, Ibu mau menyiram”. Sebuah ember putih
ukuran sedang telah terisi air, juga setengahnya. Saya memindahkannya ke
halaman depan dengan mudahnya. Saya pandangi bunga-bunga peliharaan Ibu.
Subur dan terawat. Dari dulu Ibu suka sekali menanam bunga.
“Nak, Ibu baru saja mencuci sarung, peras dulu, abis itu jemur di pagar yah”
pinta Ibu.
“Eh, bantuin Ibu potongin daging ayam” sekilas saya memandang Ibu yang
tengah bersusah payah memasak. Tumben Ibu begitu banyak meminta bantuan,
biasanya beliau anteng dan cekatan dalam segala hal. Sesosok wanita muda,
sedang menyapu ketika saya masuk rumah sepulangdari ziarah. “Neng..” itu
sapanya, kepalanya mengangguk ke arah saya. “Bu, siapa itu.?” tanya saya.
“Oh itu yang bantu-bantu Ibu sekarang” pendeknya. Dan saya semakin termangu,
dari dulu Ibu paling tidak suka mengeluarkan uang untuk mengupah orang lain
dalam pekerjaan rumah tangga. Pantesan rumah terlihat lebih bersih dari
biasanya. Dan, semua pertanyaan itu seakan terjawab ketika saya menemaninya
tilawah selepas maghrib. Tangan Ibu gemetar memegang penunjuk yang terbuat
dari kertas koran yang dipilin kecil, menelusuri tiap huruf al-qur’an. Dan
mata ini memandang lekat pada jemarinya. Keriput,
urat-uratnya menonjol jelas, bukan itu yang membuat saya tertegun. Tangan
itu terus bergetar. Saya berpaling, menyembunyikan bening kristal yang
tiba-tiba muncul di kelopak mata. Mungkinkah segala bantuan yang ia minta
sejak saya pulang, karena tangannya tak lagi paripurna melakukan banyak hal?
“Dingin” bisik saya, sambil beringsut membenamkan kepala di pangkuannya. Ibu
masih terus tilawah, sedang tangan kirinya membelai kepala saya. Saya
memeluknya, merengkuh banyak kehangatan yang dilimpahkannya tak berhingga.

Adzan isya berkumandang,
Ibu berdiri di samping saya, bersiap menjadi imam. Tak lama suaranya
memenuhi udara mushala kecil rumah. Seperti biasa surat cinta yang dibacanya
selalu itu, Ad-Dhuha dan At-Thariq. Usai shalat, saya menunggunya membaca
wirid, dan seperti tadi saya pandangi lagi tangannya yang terus bergetar.
“Duh Allah, sayangi Mamah” spontan saya memohon. “Neng.” suara ibu
membuyarkan lamunan itu, kini tangannya terangsur di depan saya, kebiasaan
saat selesai shalat, saya rengkuh tangan berkah itu dan menciumnya. “Tangan
ibu kenapa?” tanya saya pelan. Sebelum menjawab, ibu tersenyum maniss
sekali. “Penyakit orang tua”

“Sekarang tangan ibu hanya mampu melakukan yang ringan-ringan saja, irit
tenaga” tambahnya. Udara semakin dingin. Bintang-bintang di langit kian
gemerlap berlatarkan langit biru tak berpenyangga. Saya memandangnya dari
teras depan rumah. Ada bulan yang sudah memerak sejak tadi. Malam perlahan
beranjak jauh. Dalam hening itu, saya membayangkan senyuman manis Ibu
sehabis shalat isya tadi. Apa maksudnya? Dan mengapakah, saya seperti
melayang. Telah banyak hal yang dipersembahkan tangannya untuk saya. Tangan
yang tak pernah mencubit, sejengkel apapun perasaannya menghadapi kenakalan
saya. Tangan yang selalu berangsur ke kepala dan membetulkan letak jilbab
ketika saya tergesa pergi sekolah. Tangan yang selalu dan selalu mengelus
lembut ketika saya mencari kekuatan di pangkuannya saat hati saya
bergemuruh. Tangan yang menengadah ketika memohon kepada Allah untuk setiap
ujian yang saya jalani. Tangan yang pernah membuat bunga dari pita-pita
berwarna dan menyimpannya di meja belajar saya ketika saya masih kecil yang
katanya biar saya lebih semangat belajar. Sewaktu saya baru memasuki bangku
kuliah dan harus tinggal jauh darinya, suratnya selalu saja datang. Tulisan
tangannya kadang membuat saya mengerutkan dahi, pasalnya beberapa huruf
terlihat sama, huruf n dan m nya mirip sekali. Ibu paling suka menulis surat
dengan tulisan sambung. Dalam suratnya, selalu Ibu menyisipkan puisi yang
diciptakannya sendiri. Ada sebuah puisinya yang saya sukai. Ibu memang suka
menyanjung :

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam Bukan!, kau lebih dari itu
Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana, Bukan!, kau lebih dari itu,
Kau adalah benderang matahari di tiap waktu, Bukan!, kau lebih dari itu
Kau adalah Sinopsis semesta Itu saja.

Tangan ibunda adalah perpanjangan tangan Tuhan. Itu yang saya baca dari
sebuah buku. Jika saya renungkan, memang demikian. Tangan seorang ibunda
adalah perwujudan banyak hal : Kasih sayang, kesabaran, cinta, ketulusan..
Pernahkah ia pamrih setelah tangannya menyajikan masakan di meja makan untuk
sarapan?
Pernahkan Ia meminta upah dari tengadah jemari ketika mendoakan anaknya agar
diberi Allah banyak kemudahan dalam menapaki hidup?
Pernahkah Ia menagih uang atas jerih payah tangannya membereskan tempat
tidur kita?
Pernahkah ia mengungkap balasan atas semua persembahan
tangannya?..Pernahkah..?
Ketika akan meninggalkannya untuk kembali, saya masih merajuknya “Bu,
ikutlah ke jakarta, biar dekat dengan anak-anak”. “Ah, Allah lebih perkasa
di banding kalian, Dia menjaga Ibu dengan baik di sini. Kamu yang seharusnya
sering datang, Ibu akan lebih senang” Jawabannya ringan. Tak ada air mata
seperti saat-saat dulu melepas saya pergi. Ibu tampak lebih pasrah,
menyerahkan semua kepada kehendak Allah. Sebelum pergi, saya merengkuh
kembali punggung tangannya, selagi sempat , saya reguk seluruh keikhlasan
yang pernah dipersembahkannya untuk saya. Selagi sisa waktu yang saya punya
masih ada, tangannya saya ciumi sepenuh takzim. Saya takut, sungguh takut,
tak dapati lagi kesempatan meraih tangannya, meletakannya di kening.

***
Bagaimana dengan kalian para sahabat? Engkau sangat tahu, lewat tangannya
kau ada, duduk di depan komputer dan membaca tulisan saya ini. Engkau sangat
tahu, lewat tangannya kau bisa menjadi seseorang yang menjadi kebanggaan.
Engkau sangat tahu, dibanding siapapun juga. Maka, usah kau tunggu hingga
tangannya gemetar, untuk mengajaknya bahagia. Inilah saatnya, inilah
masanya.
(Thanks Ibuku, You’re my hero….Selamat Hari Ibu…….I’ll try now to make
you smile, the more I try it, the more You give me love…..I don’t know how
to say more….mugi2 diparingi Gusti Alloh rahmat lan keslametan,nyuwun
pangapunten putrimu..a2n)

21-12-2006

Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!

Filed under: ngaSihtAu

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar
mengisahkannya. ..
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk
tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas
menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan
menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai
multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah
mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk
dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk
diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu
mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan.
Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi
dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma
kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang
sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik.
Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang. “Jika memang
bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan
Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya
beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan
dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga
sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus
Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka
terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia
berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” begitu kira-kira
permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun
lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar,
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk
disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bias berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang
buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin
dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar… mumpung kesempatan itu
masih ada.

Sumber: Cerita dari Mesir “Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!”

kepada Yuliana ciNtaKoe

Filed under: ngaSihtAu

Aku mencarimu ….
Di seluruh ruang kosong hatiku
Di setiap sisi dan sudut bumiku
dan di jajaran jalan-jalan panjangku

aku mencarimu ….
Saat mata terbuka atau terpejam
Saat jiwa hampa berkelana
dan saat rumput yang bergoyang tak mampu menjawab
yang tanda tanya

Aku mencarimu ….
dengan payah dan lelah
menemani
dengan gundah dan resah
menyemangati
dan adakah Kau?
adalah sebuah jawaban….

Perempuan !!!

Filed under: ngaSihtAu

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele…¡ò ³¥ hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya…sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu… kau menjad! i lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki… tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi…. tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya… kata-kata yang lembut… ungkapan-ungkapan sayang yang sepele… namun baginya sangat berarti… membuatnya aman di dekatmu….

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya…. tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya…Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki… apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana…. karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga… karena kau dan dia adalah satu…. dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu