Main Bilyard Ama Nabi
Kita hidup di dunia ini semakin hari semakin stres dan depresi, bom di-mana2, korupsi merajalela, hukum duit dan hukum rimba sdh menjadi hukum yg real dan berlaku dimana saja. Begitu juga sdh banyak orang busung, karena kelaparan maupun kekenyangan dari hasil rampokan duit rakyat. Sehingga dgn mana Valium pun udah menjadi sarapan kita se-hari2 seperti halnya makan kacang goreng. Kita udah bosan dgn segala macem janji “Mikey Mouse” alias janji politikus tikus! Harapan satu2nya yg masih tertinggal adalah janji Allah akan adanya “Sorga” walaupun sebenarnya pada saat ini, sorga itu masih baru ada di sekitar otak kita saja. Maklum belum pernah ada yg mengadakan tour p/p kesono.
Tidak bisa dipungkiri bahwa “Sorga” itu merupakan produk komoditi unggulan yg paling ngetren dan paling laris dlm agama apapun juga, Kenapa? Karena sorga itu adalah tempat tinggal-Nya Allah,sehingga dgn mana kita bisa kumpul dgn Yesus, Buddha, Muhammad dsb-nya,aliran ini yg disebut aliran “Theocentrisch” yg memusatkan dirinya kepada Tuhan. Alasan lainnya kita ingin ke sono, karena ingin bisa kumpul bareng lagi dgn orang2 yg kita kasihi, anak maupun istri,aliran ini disebut dalam bahasa pinter nya “Antropocentrisch” hanya kalho mo ikut aliran yg terakhir ini; bisa membingungkan mang Ucup yg telah kawin ber-kali2, sehingga kagak tahu lagi,nantinya mo kumpul dgn istri yg mana maklum disorga itu tidak ada bigamis Lho!
Sedangkan aliran terakhir yg paling buaaa…nyak penganutnya ialah aliran yg dianut oleh mang Ucup, sebab kalho kita jujur kita ingin ke sorga bukannya karena ingin berkumpul dgn Allah, melainkan ingin hidup seperti Allah, agar bisa hidup lebih hidup, dimana bebas dari segala macem penderitaan, semuanya serba ada, bahkan dikelilingi, dilayani oleh para bidadari yg bahenol.
Hanya yg menjadi masalah sekarang ini tidak ada kesepakatan antar sesama manusia, maupun agama, boro2 persyaratan untuk mendapatkan visa entry permit ke sorga, definisinya azah udah berlainan, di sorga khayalaannya mang Ucup, disono setiap harinya disediakan santapan seperti babi panggang maupun sate babi sedangkan dlm sorganya umat Islam ini diharamkan.
Walaupun demikian mang Ucup berusaha untuk coba mendefinisikan sorga yg mungkin bisa diterima oleh rekan2 semua tanpa ikatan doktrin agama apapun juga.
Sorga itu alamat rumah-Nya Allah, seperti juga North Pole adalah alamat tempat tinggalnya dari Santa Claus.
Karena disono kita akan tinggal bersama dgn Allah, jadi kalho mo ngomong (berdoa) ama Tuhan, tanpa harus melalui perantaraan para Nabi lagi, bisa ngomong langsung ama Dia, sama seperti juga kongkouw dgn mang Ucup begitu.
Oleh sebab itulah juga disono kewajiban berdoa itu sudah dihapuskan, sehingga dgn mana perabot berdoa seperti Rosario, sajadah, tasbih dsb-nya, sdh tidak bakalan dibutuhkan lagi.
Begitu juga dgn segala macam rumah ibadah di sorga udah dirubah fungsinya menjadi Pubs, untuk fun bagi umat-Nya sekalian tempat kongkouwnya orang2 kudus & para Nabi. Sehingga dgn mana disono Anda bisa karaokean ato main bilyar ama Nabi ato orang2 kudus.
Walaupun demikian cobalah renungkan dari sekarang apa yg ingin Anda bicarakan dgn Sang Pencita di sorga, pertama apapun yg ingin Anda omongkan Ia sudah tahu semuanya, lagi pula kongkouw langsung sama Pencipta beda jauh ama berdoa, kalho berdoa isi doanya 90% kan hanya ratapan dan rengekan untuk mohon ini dan itu melulu, sedangkan di sorga semuanya sudah disediakan serba berkecukupan, jadi kagak perlu minta2 lagi, jadi tidak ada thema yg bisa dibahas lagi.
Hal inilah yg membuat mang Ucup jadi bingung mo ngobrol apa nanti sama Sang Pencipta di sorga, apalagi disono kita memiliki banyak sekali waktu yg udah kagak bisa ke itung pake jam maupun hari lagi.
Di sorga kita akan bisa berkumpul kembali dgn orang2 yg kita kasihi, walaupun ini bukan merupakan jaminan, sebab kalho istri/suami lebih senang hidup di negara Tropis baca Neraka, maka ia pasti tidak akan berada disana.
Disamping itu tidak akan ada Birthday Party lagi di sorga, maklum kalho usia mang Ucup pada suatu saat udah mencapai satu milyar tahun kan capek tuh niup lilinnya yg berjumlah satu milyar batang, disamping itu kita tidak akan dihantui lagi oleh perasaan takut kojor, karena perkataan mati sdh dihapus di dlm kamusnya Sorga.
Begitu juga dgn perkataan sakit, penderitaan, duka maupun sedih ini juga sdh tidak ada lagi, walaupun demikian ini bukannya berarti bahwa Lho disono bakal tertawa terus menerus seperti layaknya orang gendheng!
Di sorga kita akan hidup bahagia, sehingga bisa nyanyi seharian penuh, hanya tentunya ada lagu2 yg diharamkan seperti lagu Hidup di Bui, Madu dan Racun apalagi nyanyi lagu “Tak ingin sendiri, aku masih… seperti yang dulu!” Pokoknya sweet2 memory yg oldies2 dari dunia kagak boleh dibawa ke sorga, agar tidak mengenang ato jadi kangen ingin balik kedunia lagi, bisa2 yg diatas jadi repot & kewalahan nantinya.
Cuma harus diakui bahwa di sorga akan banyak sekali pengangguran, sebab profesi seperti Jaksa, Pengacara, Hakim, anggota DPR, maupun bankier tidak akan ada lagi, maklum disono tidak ada amplop maupun duit. Virus yg paling berbahaya yg menyebabkan umat manusia jatuh ke dlm dosa adalah duit! Duit itu pangkalnya dosa! Sebab demi duit, boro2 istri ato mertua, allah yg mereka sembah sekalipun kalho bisa mereka mo jual!
Hanya perlu Anda ketahui daya khayal manusia tidak akan pernah bisa mencapai daya pikir-Nya Tuhan, Tuhan telah menyediakan surga untuk kita dengan segala kelengkapan yang kita butuhkan, bahkan dengan apa yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh kita. Seperti juga yg tertulis dlm Alkitab: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”
Oleh sebab itulah percuma azah Lho ngomong tentang sorga, walaupun Lho ngomong sampai tuh bibir jadi jebleh seperti Mik Jeger
sekalipun juga jangan harep Lho bisa menceritakan tentang sorga barang secuilpun juga.
daPat piNjem daRi - Ananto Pratikno




Memahami surga dari logika ‘lifestyle’ dunia ya ngga akan nyambung. Sampe kapan juga. Kan ngga ada dalam dimensi kita, tak pernah terlihat mata atau terdengar telinga.
Tapi kalo Allah sudah meng-install ke dalam ruh para ahli surga ya semuanya jadi running kan. Lo mau ngenet, ngga ada modem ama mozila (IE out of date, hehehe). Biar sampe dunia mengkerut 4000 tahun lagi juga ngga muncul tuh logo Google.
Jadi…kapan lo ngerti Google tuh apaan. Gambarnya aja ngga ada kan.
Eh, jangan bilang-bilang malaikat Ridwan ya kalau sorganya gua ibaratkan virtual space. Ntar kaya Bill Gates lagi, yang ketipu. Dia milih sorga, eh dapetnya neraka. Kok gini sih jadinya malaikat, ketipu gua niiiih..! Kata malaikat : ” Eh lo kok jadi kuper seeh…tuh kan cuma screen saver, hehehe…makanya liat dong blogspot gue,”
Emang ada ?
Comment by Anang — 21-07-2005 @ 18:50:10
kenapa harus pusing seperti itu..padahal yang dihadapi dalam hidup adalah permasalahan yang lebih nyata…piye kuwiiii.
Comment by mas karebet — 21-07-2005 @ 18:56:20
testcomment530
Comment by testanchor946 — 16-10-2005 @ 01:59:14
I recently came across your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I don’t know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.
Comment by buddhist amulet — 10-07-2009 @ 06:44:37